Pique Kembali Sindir Arbeloa Lewat Spanduk Raksasa di Madrid

Bagikan

Gerard Pique kembali menjadi sorotan publik dengan aksi kreatifnya di Madrid. Mantan bintang Barcelona ini memanfaatkan spanduk raksasa untuk menyindir manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, sambil mempromosikan King’s League, kompetisi sepak bola yang digagasnya. Langkah ini menunjukkan cara Pique memadukan humor, kontroversi, dan pemasaran secara bersamaan.

Pique Kembali Sindir Arbeloa Lewat Spanduk Raksasa di Madrid

Spanduk tersebut dipasang di Gran Via, salah satu jalan utama Madrid, dan bertuliskan “We’re not as well known, but we will.” Kata “cono” dalam “conocidos” disorot secara khusus. Dalam bahasa Spanyol, “cono” berarti kerucut, yang mengacu pada julukan lama Pique untuk Arbeloa. Aksi ini sekaligus menegaskan kembalinya King’s League pada 1 Maret, dan menyedot perhatian media serta penggemar sepak bola di ibu kota Spanyol.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Pique dikenal lihai dalam strategi pemasaran yang memanfaatkan rivalitas La Liga. Sebelumnya, ia juga membuat heboh dengan foto bersama Neymar Junior bertuliskan “He’s staying,” hanya beberapa hari sebelum transfer Neymar ke PSG. Kali ini, Arbeloa menjadi sasaran humor dan nostalgia, mengingat permainan kata “cono-cido” yang pernah Pique ciptakan pada 2015.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Asal Usul Sindiran “Cono-Cido”

Istilah “cono-cido” muncul ketika Arbeloa menyatakan ingin melihat Pique suatu hari tampil di klub komedi membahas Madrid. Pique menanggapinya dengan permainan kata, menyebut Arbeloa bukan teman, tapi sekadar “kenalan-cone.” Sindiran ini kemudian viral di media sosial dan jadi bahan lelucon di antara penggemar La Liga.

Selama pertandingan Real Madrid melawan Valencia, suporter Madrid bahkan meneriakkan “You’re a cone, Arbeloa, you’re a cone.” Pique memanfaatkan momen ini untuk menghidupkan kembali lelucon lama, menunjukkan bahwa rivalitas antar pemain dan mantan pemain Barcelona-Madrid tetap hidup meski keduanya sudah tidak lagi aktif di lapangan.

Selain aspek humor, permainan kata ini juga menekankan kreativitas Pique dalam menarik perhatian media dan penggemar. Strategi pemasaran seperti ini menjadi ciri khasnya sejak memulai King’s League dan Queen’s League, membuat acara sepak bolanya selalu ramai dibicarakan bahkan sebelum dimulai.

Baca Juga: Courtois Kecewa Komentar Mourinho soal Vinicius Jr., Isu Diskriminasi Jadi Sorotan

King’s League dan Strategi Pemasaran Pique

Pique Kembali Sindir Arbeloa Lewat Spanduk Raksasa di Madrid

King’s League adalah proyek ambisius Pique untuk menghadirkan sepak bola yang berbeda, dengan format inovatif dan hiburan yang tinggi. Spanduk di Madrid bukan hanya sindiran terhadap Arbeloa, tapi juga promosi besar-besaran untuk kompetisi yang kembali digelar pada 1 Maret.

Dengan menekankan kata “cono” dalam spanduk, Pique berhasil menciptakan sensasi viral. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana legenda Barcelona memanfaatkan rivalitas historis La Liga untuk kepentingan branding dan engagement penonton. Tidak hanya media olahraga, tetapi juga publik umum tertarik mengikuti pergerakan Pique di luar lapangan.

Aksi ini menegaskan bahwa Pique mampu mengubah kontroversi menjadi keuntungan strategis, sekaligus menjaga relevansinya di dunia sepak bola bahkan setelah pensiun. King’s League kini jadi salah satu acara paling dinanti di kalender sepak bola alternatif Eropa.

Reaksi Publik dan Dampak Sindiran Pique

Spanduk raksasa Pique menuai beragam reaksi dari penggemar dan media. Pendukung Barcelona menyoraki humor Pique sebagai cerdas dan kreatif, sementara fans Real Madrid ada yang tersinggung. Namun, semua pihak sepakat bahwa langkah ini sukses memancing perhatian dan meningkatkan awareness King’s League.

Selain itu, aksi ini menunjukkan bagaimana Pique tetap mampu memanfaatkan rivalitas Barcelona-Madrid untuk tujuan bisnis dan hiburan. Ia berhasil menghidupkan kembali memori lama antara dirinya dan Arbeloa, sambil tetap relevan di ranah sepak bola modern.

Dengan strategi seperti ini, Pique membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang kreativitas, branding, dan interaksi dengan penggemar. King’s League kini tidak hanya kompetisi, tetapi fenomena media yang selalu menarik perhatian publik. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballdolphinsofficial.com.