Manchester City kembali mengalami laga penuh drama saat menghadapi Tottenham Hotspur, yang berakhir imbang 2-2. City sempat unggul 2-0 di babak pertama lewat gol Rayan Cherki dan Antoine Semenyo. Namun, Spurs berhasil membalikkan tekanan dengan dua gol dari Dominic Solanke di babak kedua.

Hasil imbang ini membuat jarak City dengan Arsenal di puncak klasemen melebar menjadi enam poin. Meskipun begitu, manajer Pep Guardiola tetap menegaskan bahwa timnya masih memiliki “harapan” untuk merebut gelar Liga Premier musim ini.
City harus segera mempersiapkan diri untuk perjalanan berat berikutnya ke markas Liverpool. Guardiola menekankan pentingnya menjaga fokus dan semangat tim untuk menghadapi sisa musim yang penuh persaingan ketat.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Guardiola Tetap Percaya Peluang Masih Terbuka
“Sebagaimana pun peluangnya ada, harapan akan selalu ada,” ujar Guardiola. Ia menilai meski City menghadapi kesulitan dalam beberapa pertandingan terakhir, semangat para pemain tetap luar biasa. Menurutnya, pengalaman menghadapi situasi sulit akan menjadi pelajaran berharga bagi tim di masa depan.
Guardiola juga menekankan pentingnya adaptasi dan strategi, terutama ketika tim menghadapi tekanan di babak kedua. Ia yakin City mampu memperbaiki performa dan memanfaatkan peluang untuk kembali mendekati Arsenal di puncak klasemen.
Kepercayaan diri dan mental juara menjadi faktor kunci yang membuat Guardiola tetap optimis, meskipun beberapa pertandingan sebelumnya menunjukkan pola tertekan setelah unggul di babak pertama.
Baca Juga: Thomas Frank Tegaskan Tottenham Sepenuhnya Sepakat Soal Masa Depan Klub
Kontroversi Gol Spurs dan Kritik Wasit

Salah satu momen kontroversial dalam laga ini terjadi pada gol pertama Dominic Solanke. Tayangan ulang menunjukkan Solanke menendang bagian belakang kaki Marc Guéhi saat merebut bola di area penalti sebelum gol tercipta. Guardiola menilai situasi ini seharusnya dianggap penalti jika terjadi sebaliknya.
“Kejadian seperti ini memang terjadi dan sulit dikendalikan. Namun, hal itu akan menjadi pelajaran bagi kita dan membuat tim lebih kuat,” kata Guardiola. Ia menyayangkan keputusan wasit yang beberapa pekan terakhir menimbulkan frustrasi, tetapi tetap menekankan pentingnya fokus pada permainan sendiri.
Kontroversi ini menambah tekanan bagi City, tetapi Guardiola menegaskan tim harus belajar menghadapi momentum negatif tanpa kehilangan konsentrasi.
Evaluasi Performa dan Persiapan Laga Selanjutnya
Selain isu wasit, Guardiola juga menyoroti performa tim di babak kedua. City beberapa kali mengalami tekanan setelah unggul, pola yang terlihat juga saat melawan Wolves dan Galatasaray. Ia menyatakan bahwa pergantian pemain dan strategi perlu diterapkan dengan tepat agar tim tetap konsisten sepanjang 90 menit.
Manajer asal Spanyol ini percaya pengalaman menghadapi situasi sulit akan memperkuat tim, terutama bagi pemain muda. Dengan evaluasi yang tepat, City diyakini mampu kembali tampil dominan dan menjaga peluang meraih gelar Liga Premier musim ini.
Guardiola menekankan bahwa fokus pada latihan, disiplin, dan pemanfaatan peluang akan menjadi kunci agar City tetap berada dalam persaingan gelar hingga akhir musim. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballdolphinsofficial.com.
