Michael Carrick kembali menjalani momen unik dalam karier kepelatihannya. Hanya lima bulan setelah berperan sebagai pewawancara, kini ia berdiri sebagai rival langsung Thomas Frank ketika Manchester United menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford.

Pada September lalu, Carrick sempat mewawancarai Frank dalam sebuah tayangan jelang laga Liga Champions. Kala itu, keduanya berbincang santai mengenai sepak bola, filosofi, dan proses membangun tim, tanpa menyangka akan bertemu sebagai pelatih lawan dalam waktu singkat.
Carrick mengakui pengalaman tersebut sangat berkesan. Ia menilai Frank sebagai sosok yang ramah dan terbuka, sehingga pertemuan kembali kali ini terasa spesial meski berada dalam suasana kompetitif.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Awal Impresif Carrick Bersama Manchester United
Pelatih berusia 44 tahun itu tengah menikmati awal yang sangat menjanjikan bersama Manchester United. Di bawah arahannya, Setan Merah mencatat kemenangan penting atas Manchester City dan Arsenal.
Momentum positif tersebut berlanjut dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham pada pekan lalu. Hasil-hasil ini membuat Carrick semakin percaya diri menatap laga berikutnya, termasuk menghadapi mantan klubnya sendiri.
Meski demikian, Carrick menekankan pentingnya tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim bukan pada hasil sebelumnya, melainkan pada tantangan berikutnya yang menanti.
Baca Juga: Pep Tetap Optimis, Manchester City Masih Punya Harapan Kejar Gelar
Tottenham di Bawah Tekanan Thomas Frank

Tottenham Hotspur asuhan Thomas Frank datang ke Old Trafford dengan kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Sejak ditangani Frank pada musim panas lalu, performa Spurs sempat tersendat dan menimbulkan tekanan besar.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, Spurs mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Hasil imbang 2-2 melawan Manchester City menjadi bagian dari catatan empat laga tanpa kekalahan di semua kompetisi.
Carrick menilai Tottenham tetap berbahaya, terutama dengan lini serang yang agresif dan kemampuan mereka meregangkan pertahanan lawan. Ia menyadari laga ini akan berbeda dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Nostalgia Carrick dan Ambisi Mengakhiri Rekor Buruk
Laga ini juga sarat emosi bagi Carrick yang pernah membela Tottenham sebelum hijrah ke Manchester United pada 2006. Ia mengaku memiliki kenangan indah bersama Spurs, meski hanya membela klub tersebut dalam waktu singkat.
Namun, Carrick menegaskan cintanya kepada Manchester United tumbuh hampir seketika sejak hari pertama bergabung. Menurutnya, atmosfer Old Trafford dan tuntutan klub langsung membentuk mentalitasnya sebagai pesepak bola.
Dengan Tottenham selalu menang dalam empat pertemuan terakhir melawan United musim lalu, Carrick kini mengincar momen untuk memutus tren negatif tersebut. Duel ini pun menjadi ujian penting bagi Carrick, baik secara emosional maupun profesional. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballdolphinsofficial.com.
