Karier Paul Pogba kembali menjadi sorotan tajam di sepak bola Eropa. Kepindahannya ke AS Monaco sempat dipandang sebagai jalan kebangkitan, namun realitas yang terjadi justru penuh ketidakpastian. Alih-alih menemukan stabilitas, Pogba kembali terjebak dalam masalah yang sama kebugaran dan cedera.

Kedatangan Paul Pogba ke AS Monaco membawa harapan besar bagi klub dan para penggemar. Statusnya sebagai mantan bintang Manchester United dan Juventus membuatnya diproyeksikan sebagai motor pengalaman di lini tengah. Monaco berharap Pogba mampu memberi pengaruh instan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Kontrak jangka panjang yang diberikan menjadi simbol kepercayaan klub terhadap kemampuannya. Pogba dianggap bisa membantu Monaco bersaing di papan atas Ligue 1 dengan visi bermain dan kualitas teknik yang ia miliki.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Namun, ekspektasi tersebut perlahan berbenturan dengan kenyataan. Sejak awal musim, Pogba belum mampu tampil konsisten. Alih-alih menjadi pembeda, ia justru lebih sering menjadi bahan spekulasi karena kondisi fisiknya.
Awal Baru yang Penuh Rintangan
Transfer Pogba ke Monaco pada musim panas 2025 dipandang sebagai lembaran baru setelah masa sulit akibat sanksi doping. Hukuman larangan bermain yang semula empat tahun dipangkas menjadi 18 bulan, membuka kesempatan baginya untuk kembali ke sepak bola profesional.
Monaco dipilih sebagai tempat ideal untuk memulai ulang karier. Tekanan yang relatif lebih rendah dibanding klub elite Eropa diharapkan membantu Pogba menemukan kembali performa terbaiknya.
Sayangnya, proses comeback itu tidak berjalan mulus. Sejak tiba, Pogba terus dibayangi masalah fisik. Program pemulihan yang panjang membuatnya kesulitan mencapai kondisi siap tanding secara penuh.
Baca Juga: Arne Slot Dipaksa Putar Otak Atasi Mandeknya Lini Serang
Menit Bermain yang Terus Menyusut

Hingga kini, kontribusi Pogba di lapangan sangat minim. Ia baru mencatat tiga penampilan di Ligue 1 dengan total waktu bermain sekitar 30 menit. Angka ini jauh dari harapan, baik bagi klub maupun sang pemain sendiri.
Debutnya bersama Monaco memang emosional, namun berlangsung singkat. Setelah absen panjang selama lebih dari dua tahun, Pogba masih terlihat kesulitan mengikuti ritme pertandingan. Minimnya menit bermain membuat Pogba sulit membangun kepercayaan diri dan kebugaran. Setiap kesempatan tampil selalu dibayangi risiko cedera yang kembali menghantui.
Masa Depan yang Mulai Dipertanyakan
Cedera betis terbaru menjadi pukulan berat bagi Pogba. Ini merupakan cedera ketiganya sejak kembali merumput, sekaligus memupus peluang untuk tampil beruntun. Situasi ini memaksa Monaco bersikap lebih realistis. Sejumlah media Eropa melaporkan bahwa Monaco mulai mencari solusi untuk melepas Pogba. Klub menilai risiko mempertahankannya terlalu besar jika kondisi fisiknya tak kunjung membaik.
Jika kondisi ini berlanjut, kisah Pogba di Monaco bisa berakhir lebih cepat dari rencana awal. Bukan karena kurangnya bakat, melainkan karena tubuhnya tak lagi mampu mengikuti ambisi besar yang masih ia simpan. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballdolphinsofficial.com.
