Penyelenggara Boston 2026 menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pendanaan ajang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Dua minggu menjelang batas waktu perizinan, panitia menyampaikan kesiapan mereka untuk menanggung biaya keamanan yang diperkirakan mencapai hampir 8 juta dolar AS.

Melalui perwakilannya dari firma hukum Goulston & Storrs, panitia memastikan bahwa seluruh biaya yang dibutuhkan demi penyelenggaraan pertandingan yang aman akan dibayarkan. Mereka juga mengantongi jaminan dari Kraft Group, pemilik Gillette Stadium, untuk menutup kekurangan dana jika diperlukan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kota Foxborough yang berlangsung cukup tegang. Panitia bahkan berjanji akan melunasi tagihan dalam dua hari kerja setelah menerima rincian biaya resmi dari pihak kota.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perdebatan Soal Biaya Keamanan dan Jaminan Dana
Inti permasalahan terletak pada kebutuhan pendanaan hampir 8 juta dolar untuk kepolisian Foxborough. Meski pemerintah federal telah mengalokasikan 625 juta dolar bagi 11 kota tuan rumah di AS untuk peningkatan keamanan, dana tersebut masih tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan.
Pejabat kota Foxborough menegaskan bahwa mereka tidak ingin menggunakan dana pembayar pajak tanpa jaminan pembayaran di muka. Mereka meminta panitia penyelenggara memberikan kepastian dana sebelum lisensi penggunaan stadion disetujui.
Sementara itu, pihak penyelenggara berpendapat bahwa mekanisme pembayaran setelah penagihan sudah lazim dilakukan pada acara besar sebelumnya. Namun, pejabat kota menegaskan bahwa kesepakatan dengan FIFA kali ini berbeda dari kerja sama biasa dengan Kraft Group.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions 2026: Real Madrid vs Manchester City, Chelsea Tantang PSG
Ketegangan Jelang Pemberian Lisensi Stadion

Dewan kota dijadwalkan memberikan suara pada 17 Maret terkait lisensi penggunaan stadion untuk tujuh pertandingan Piala Dunia. Gillette Stadium sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah laga pertama pada 13 Juni, termasuk pertandingan antara Skotlandia dan Haiti.
Perdebatan juga muncul terkait tenggat waktu pengiriman perlengkapan keamanan. Panitia menyebut 1 Juni sebagai batas akhir, tetapi pejabat kota menganggap tanggal tersebut terlalu dekat dengan jadwal pertandingan.
Ketua dewan kota, Bill Yukna, menilai bahwa beberapa persyaratan bahkan telah melewati batas waktu. Ia menegaskan bahwa kepastian harus diberikan lebih cepat demi menjamin kesiapan maksimal.
Optimisme Penyelenggara dan Desakan Penyelesaian Cepat
Manajer kota Foxborough, Paige Duncan, menyatakan bahwa kepala kepolisian dan pemadam kebakaran telah bekerja sama dengan FIFA selama lebih dari setahun dalam menyusun rencana keamanan.
Kepala Polisi Michael A. Grace juga mendesak agar solusi segera dicapai. Menurutnya, dengan waktu kurang dari 100 hari menuju pertandingan pertama, keputusan pendanaan harus diselesaikan secepat mungkin.
Di sisi lain, CEO Boston 2026, Mike Loynd, mengaku optimistis seluruh persyaratan akan terpenuhi, terutama dengan dukungan kuat dari Kraft Group. Ia menyebut pekan-pekan ke depan sebagai periode krusial untuk memastikan Foxborough siap menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballboots68.com.
